Monday, July 20, 2009

Kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa: Pertama di Asia

Indonesia dan Uni Eropa menandatangani Kesepakatan Kemitraan dan Kerjasama (PCA: Partnership and Cooperation Agreement) yang meliputi perdagangan, transportasi, perubahan iklim, HAM, migrasi, mengatasi kejahatan terogranisir dan penyakit menular.

Kesepakatan ini merupakan langkah besar bagi kedua belah pihak dan menjadikan Indonesia sebagai negara Asia pertama yang menandatangani kesepakatan tersebut. Direncanakan dalam waktu dekat, kesepakatan PCA tersebut akan ditandatangani oleh para menteri masing-masing.

Hal ini semakin menunjukkan posisi penting Indonesia di Asia dan di dunia yang menuntut kita semua meningkatkan kapasitas individu dan kelembagaan agar dapat memanfaatkan dengan optimal setiap kesepakatan dan kemitraan yang telah dan akan ditandatangani.

Untuk berita lengkap, silakan kunjungi FT.com di sini

Friday, July 17, 2009

TURUT BERDUKA

Ditengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi menjadi salah satu dari BRIIC (Brazil, Rusia, India, Indonesia dan China) serta kemapanan politik sebagai cermin negara yang bisa menyandingkan Islam dan demokrasi.... ledakan bom di Kuningan menjadi sebuah pil pahit buat kita seluruh bangsa dan rakyat Indonesia.

Kepada para korban, saya mendoakan agar diterima di sisi Allah segala amal dan kebaikan mereka. Kepada yang luka-luka, semoga segera diberikan kesembuhan agar pulih seperti semula. Kepada kita semua agar bisa mengambil hikmah peristiwa ini sehingga semakin waspada dan awas terhadap pihak-pihak yang berniat jahat.

Kepada aparat hukum agar bertindak lebih profesional. Kepada para pemimpin bangsa dan elit politik, mari bersatu padu, dan jangan sampai konflik elit membawa korban pada bangsa secara keseluruhan.

Kepada pelaku pemboman, apapun motif dan alasannya, semoga Allah menyadarkan mereka, kembali ke jalan yang lurus, jalan yang jauh dari kekerasan. Ingat... kekerasan hanya akan menghasilkan kekerasan-kekerasan berikutnya. Dan tentunya, menyerahlah dan bertobatlah sebelum semuanya terlambat. Bayangkan jika yang menjadi korban adalah istri, anak, bapak dan ibu saudara sekalian....

Monday, July 13, 2009

Free from Gangsters, We Need Now!

There is a good news for Indonesian people who afraid to walk at night at least in Medan, North Sumatera. Patrolling 24 hours a day, "Hoodlum Eradication Team" secure the streets from gangsters. After succesfully implemented in the third largest city, we are waiting for the next achievement in the Capital of Jakarta, a real megapolitan city.

For complete report, visit here

100 Most Powerful Women in the World

From the forbes.com

Since Indrawati's 2005 appointment as Indonesia's finance minister, the country's foreign exchange reserves reached an all-time high of $50 billion, and foreign investment skyrocketed. She has fought against government corruption, created tax incentives and simplified investment laws. Her performance earned her a promotion. In June Indrawati was named to run the country's economic affairs. — Kate Macmillan

For complete story, please visit here

Saturday, July 11, 2009

World Bank Says Indonesian Economy a ‘Winner’ Amid Global Slump

From bloomberg.com

Indonesia’s economy is set to emerge a “winner” after avoiding the worst of the global financial crisis, the World Bank’s country director said.

Asia’s fastest-growing major economy after China and India can expand “significantly” more than 7 percent once President Susilo Bambang Yudhoyono fixes the nation’s congested roads, neglected ports and ageing power plants, according to Joachim von Amsberg, the World Bank’s representative in Jakarta.

For more complete story, visit here

Indonesia, Vying to Enter BRIC, Has Star Role in ‘Chindonesia’

From bloomberg.com

“Indonesia is ready to rise in the world economic hierarchy and take its place alongside China and India”, said Nicholas Cashmore, head of Indonesia research at CLSA Asia-Pacific Markets.

For complete story click here

No wonder why with SBY

From the economist print edition

Of the many explanations offered for the incumbent’s popularity the simplest may also be the most convincing: he has done rather a good job. So soon after the chaotic implosion of the 32-year Suharto dictatorship in 1998, Indonesia seems politically stable and economically resilient, likely to show GDP growth of up to 4% this year.

For complete coverage, please visit here