Monday, June 09, 2008

Pelajaran dari Kemenangan Obama 2

2. Kekuatan Aksi

Obama menjalankan aksinya menggapai visi besarnya memimpin Amerika dengan sistematis. Perlahan-lahan, dia membangun reputasinya di tengah masyarakat. Usai lulus dari Harvard, dia memilih menjadi community organizer, aktivis sosial. Padahal bukan hal sulit baginya untuk bergabung dengan law firm besar dan menjadi profesional berkantung tebal. Dia konsisten dengan pilihan hidupnya, dan total mengabdi pada kepentingan masyarakat di sekitarnya. Tak mengherankan, kemudian Obama muda terpilih menjadi anggota legislatif daerah. Bahkan dalam waktu singkat karirnya melaju pesat dan menjadi Senator di usia menjelang kepala empat.

Obama telah memilih rencana aksinya dengan fokus pada visi hidupnya. Dia tidak tergoda menjadi pengusaha. Tidak kepincut menjadi seorang profesional. Tidak buru-buru menjadi orang kaya raya. Tapi yang dibangunnya adalah capacity building. Yang ditimbunnya adalah kekayaan ilmiah dan leadership. Dia menumbuhkan suatu pilihan yang warga Amerika bahkan warga dunia tidak bisa tidak melainkan melihat dan berharap padanya. Dia berinvestasi pada keunggulan pribadinya.

Luar biasa, langkah menuju Gedung Putih dimulai dari menjadi pelayan komunitas.

Ingat sahabat, apa yang kita lakukan jika kita berhasrat mengelilingi dunia? Atau ingin menjelajahi Pulau Jawa dengan berjalan kaki? Yang kita lakukan pertama kali adalah tapakkan satu langkah kaki kecil pertama. Konsistenlah. Maka kita akan mampu menjelajah Jawa bahkan mengelilingi dunia.

Percayakah anda, jika si Badu mengambil sejumput pasir dan mengumpulkannya setiap hari, beberapa tahun kemudian dia bisa membangun usaha panglong, berjualan pasir? Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

Oleh karenanya, setelah kita memiliki visi, maka fokuslah. Jangan mudah tergoda untuk mencari jalan lain di luar rencana aksi yang telah kita susun.

Akhirnya, kekuatan visi tanpa aksi ibarat pungguk merindukan bulan. Oleh sebab itu, setelah kita memiliki impian dan cita, wujudkan segera. Jangan tunda lagi, melangkahlah!

Selanjutnya:
3. Kekuatan Tim

0 komentar:

Post a Comment