Friday, May 02, 2008

Pelajaran dari Bangkok















Setelah berada di Bangkok, jadi makin cinta Indonesia karena:

1. Perilaku supir taxi-nya sekelas preman. Dengan naik limo yang tarifnya dr bandara ke hotel
1.400 bath dengan taxi biasa yang cuma 200-an bath (1 bath = Rp 300-an), rasanya sama2
pusing. Karena caranya menyetir kelas metro mini, dan minta tip terang2an dengan memaksa.

2. Macetnya jalanan seperti Jakarta, malah bisa lebih. padahal sudah ada skytrain, subway, dll.
Mudah2an kalo di Jakarta sudah ada MRT, lebih baik dari Bangkok ya....

3. Orang2nya rada kasar, mendingan orang kita yang lumayan ramah terhadap pendatang. Dan
banyak juga yang gak bisa bahasa Inggris.

4. Makanannya kalah jauh dibanding Indonesia deh (subyektif banget ya....). Tapi yang pasti
makanan halal susah. Bahkan di Pizza Hutnya yang tersedia pork steak bukan beef....
Indonesia, surga makanan halal.... (harusnya kita bisa menarik wisman timur tengah lebih dari negara lainnya)

kalo Thailand yang begitu aja bisa maju (terutama wisata dan pertaniannya), saya jadi semakin yakin, dengan sedikit polesan (kepemimpinan dan capacity building), Indonesia bisa menjadi pemimpin bangsa-bangsa di Asia bahkan di dunia.

Kita sudah punya modal dasar, potensi, untuk menjadi besar. Tinggal finishing touch dengan telaten dan sabar untuk mewujudkannya. Mari!!

2 komentar:

Tigger said...

Perlu sedikit polesan?

Yang kita perluin bukan sekedar polesan, tapi perubahan. Kalo cuma dipoles aja sih, sama aja.

Ibarat perempuan, dipoles make-up biar keliatan lebih cantik, padahal sebenernya sama aja. Kalo polesannya (baca:make-upnya) ilang, lantas apa?

Tapi, kalo perempuan itu dirubah, misalnya : disuruh banyak baca buku, cari pengetahuan, asah otak biar cerdas, asah hati biar peka. Nah, perempuan itu bisa jadi cantik tu dengan perubahannya tadi.

Begitu kan, pak?

Irwanda Wisnu Wardhana said...

ya ya....

makin dewasa dan matang aja mbak tigger ini...

pilihan kata yang tepat ya CHANGE ya... perubahan.

Istilah Obama,
Change, We Can Believe In

Tks mbak

Post a Comment