Cari tempat yang tenang. Duduk dengan rileks. Tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan perlahan. Pejamkan mata. Bayangkan gambaran Indonesia hari ini. Keburukannya. Hal yang memalukan.Bayangkan anak-anak jalanan yang meminta-minta di saat mereka seharusnya sedang duduk di kelas, belajar.
Bayangkan nasib orang-orang kecil yang setiap hari bingung, apakah masih bisa makan hari ini?
Bayangkan bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang kita cintai- istri, suami, anak, ibu, bapak, saudara- lalu terlunta-lunta hidup sebagai pengungsi.
Bayangkan sakitnya hati ibu yang menyaksikan mayat anaknya yang bunuh diri karena malu tidak mampu membayar uang sekolah.
Bayangkan pedihnya perasaan keluarga para pahlawan devisa saat menerima keranda jenazah anak mereka yang wafat karena disiksa majikannya.
Bayangkan menderitanya seorang anak yang merintih kesakitan karena orang tuanya tak bisa membawanya ke rumah sakit karena mereka tidak mampu membayar.
Saat anda duduk dan membayangkan semua itu, tak terasa airmata akan menetes. Seperti tetesan air mata yang mengalir di pipiku ini. Jangan hentikan air mata itu. Jangan hapus. Biarkan ia mengalir deras. Membanjir. Karena ia sangat bernilai. Ia, air mata yang menjadi saksi. Ia, air mata yang merupakan kesadaran. Ia, air mata yang menumbuhkan komitmen. Ia, air mata yang membuahkan aksi.
Aksi pertama yang kutawarkan adalah bermimpi. Bermimpi yang menumbuhkan harapan. Meneguhkan jiwa. Membangkitkan keyakinan. Menebalkan semangat. Menggugah emosi.
Bermimpi dengan membayangkan kebaikan. Kekuatan. Kesejahteraan. Kebesaran. Kejayaan. Bermimpi dengan membayangkan Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita di masa depan.
Pejamkan mata. Bayangkan gambaran Indonesia esok hari. Kebaikannya. Hal yang membanggakan.
Indonesia yang tidak lagi punya peminta-minta di jalanan.
Indonesia yang tidak lagi memiliki mustahik (penerima zakat) karena mereka semua sudah menjadi muzakki (pembayar zakat).
Indonesia yang manusianya sehat fisik dan jiwanya karena pengobatan gratis.
Indonesia yang terbebas dari kebodohan karena pendidikan gratis.
Indonesia yang terbebas dari penindasan ekonomi karena berintegritas.
Indonesia yang terbebas dari kemacetan dan jalan yang rusak.
Indonesia yang manusianya produktif dan inovatif.
Indonesia yang mengirim TKI profesional dan berpendidikan tinggi.
Indonesia yang rakyatnya paling santun dan pemaaf sejagad.
Indonesia yang rakyatnya menjadi pahlawan kemanusiaan di pelbagai bidang kehidupan.
Indonesia yang mampu mengibarkan benderanya dengan gagah di ajang kompetisi dunia.
Indonesia yang menjadi panutan dunia dalam kehidupan.
Indonesia yang relijius dalam kemakmurannya.
Indonesia yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.
Silakan tambahkan mimpi-mimpi rekan semua. Mimpi apa saja.
Apakah anda sudah siap berbagi mimpi sekarang? Ayo bermimpi bersama....


8 komentar:
Indonesia yang punya pemimpin tangan besi seperti Umar bin Khattab
memang bagus banget tulisannya..dan blognya juga ok
www.pajarao.blogspot.com
Nambahin mimpi Pak :
Indonesia yang menjadi centre perkembangan ilmu informatika (yang ini jelas "mimpi" banget)
terima kasih mas irwandhie, punya mas juga menarik dan penuh hikmah....
Saya add link nya ya.
Hmm, kenapa gak kepikiran IT ya. Okeh di episode kedua aku masukin usulan lintang. Sekalian siap2 jadi menkominfo nya 2030 ya hehehe
ane mau ikutan mimpi ah...
mimpi wisnu jadi presiden RI 2029
biar nyambung sm visi 2030nya....
hidup wisnu..!!
let's the dream come true..
Bermimpilah...biar Allah yang memeluk mimpimu
Amin...
siap mendukung ams ardiansah deh...
kayak HONDA ya mas zul..
mbak filan, makasih doanya
Post a Comment