Setiap pagi, dalam perjalanan menuju kantor, aku senantiasa merenung. Akan seperti apa potret Indonesia yang kita wariskan pada anak cucu kita?Apakah ia adalah Indonesia yang punya segudang masalah sosial?
Begitu mudahnya para pengendara bertengkar, mulai dari adu mata, adu mulut sampai adu jotos hanya karena masalah yang begitu sepele: sesama motor berbenturan, tidak ada yang mengalah di perempatan, motor menyalip mobil atau sebaliknya, berhenti atau belok mendadak.
Kita seolah seperti bangsa barbar. Bukan lagi bangsa yang dikenal santun. Karena kini bangsa ini telah kehilangan keramahan, senyuman. Yang ada setiap hari hanya kecurigaan, mau menang sendiri, sikut kanan sikut kiri. Tidak ada budaya antri. Tidak ada lagi budaya mau mengalah untuk kepentingan umum. Yang muncul adalah yang penting aku, orang lain nomor sepatu.
Wajar saja jika para pengemudi ambulans mengeluh, begitu susah menerobos kemacetan untuk menyelamatkan nyawa pasien yang kritis. Karena tidak banyak pengendara, jika tidak ingin dikatakan tidak ada, yang bersedia memberikan kesempatan untuk ambulans. Akhirnya, banyak pasien yang wafat, karena terlambat ditangani. Selisih beberapa menit, menentukan hidup matinya seseorang yang bisa jadi ia adalah orang tua, istri atau suami, anak dan keluarga kita sendiri.
Lihat saja jalanan dengan mobil yang berbaris tidak beraturan, zig zag. Karena nyaris setiap orang ingin bergegas mendahului walaupun tetap saja terjebak dalam kemacetan yang sama. Akhirnya jalanan semakin macet karena kendaraan lain harus ber zig zag ria atau terhenti total di titik-titik kesemrawutan barisan kendaraan.
Kondisi itu ditambahi pula dengan riuh rendahnya suara klakson saat lampu hijau baru sepersekian detik menyala. Bahkan saat lampu masih merah, kita akan semakin terbiasa mendengar suara klakson atau raungan mesin, memerintah kita untuk segera melaju.
Itulah satu potret kecil tentang kehidupan sosial kita hari ini. Itukah Indonesia yang kita wariskan pada anak cucu kita.
Please, think about it....


2 komentar:
Tes 3x.tambah pinter,sholeh bijaksana he..he..(kata buguru loh.adeck
amiennnnn doain ya dek, makasih
Post a Comment